Inilah Satu-Satunya Lagu Paul McCartney Yang Sempat Terlarang Di Afrika Selatan

2017.03.26 Inilah Satu-Satunya Lagu Paul McCartney Yang Sempat Terlarang Di Afrika Selatan paulsteviepastTerinspirasi oleh Terence Alan Milligan atau yang lebih dikenal dengan nama Spike Milligan; seorang komedian, penulis, musisi, penyair, dramawan, dan aktor blasteran Inggris-Irlandia; yang mengatakan, “black notes, white notes, and you need to play the two to make harmony, folks!”, Paul McCartney menciptakan lagu Ebony and Ivory, yang dinyanyikannya bersama Stevie Wonder.

Apa yang dikatakan oleh Milligan sebetulnya berasal dari sebuah jurnal yang ditulis oleh James Emman Kwegyir Aggrey; seorang intelektual, misionaris, dan guru asal Ghana; pada tahun 1939 dengan judul The Keys.

Lagu Ebony and Ivory yang menggambarkan tentang kayu ebony yang berwarna hitam dan gading gajah yang berwarna putih pada tuts-tuts piano, namun bisa menghasilan harmoni dalam setiap ketukannya. Dalam arti yang lebih luas, judul tersebut menggambarkan tentang integrasi, harmoni, dan kesetaraan ras manusia.

Tepat hari ini, 26 Maret 35 tahun yang lalu, lagu Ebony and Ivory yang masuk dalam album solo McCartney yang berjudul Tug of War tersebut direlease di Inggris, dan bertahan selama 7 minggu di nomer satu tangga lagu Billboard Hot 100.

Pada tahun 2008, lagu Ebony and Ivory berada di peringkat 59 lagu-lagu Greatest Billboard sepanjang masa dan di tahun 2013, di peringkat 69 Billboard Hot 100 lagu sepanjang masa.

Tak hanya penghargaan yang diterima oleh lagu Ebony and Ivory. Tahun 2009, lagu tersebut disebut sebagai lagu terburuk ke-10 di dalam artikel Majalah Blender terbitan Amerika Serikat yang berjudul Run for Your Life! It’s the 50 Worst Songs Ever!.

Bahkan lagu tersebut dilarang di Afrika Selatan oleh South African Broadcasting Corporation selama rezim Apartheid, sehingga lagu Ebony and Ivory menjadi satu-satunya lagu solo McCartney yang dilarang di negerinya Nelson Mandela. Adapun alasan resmi dari pelarangan adalah karena pada saat menerima Academy Award di tahun 1984 untuk kategori Best Original Song, Stevie Wonder mengatakan bahwa kemenangannya tersebut atas nama Nelson Mandela, sang pejuang Anti Apartheid.

Advertisements